Postingan

Catatan Pejuang Thesis Bagian 2

Selamat Pagi! Saat aku menulis tulisan ini, waktu menunjukkan pukul 06.33. Pagi yang cerah dilengkapi dengan udara yang lebih segar dari hari-hari sebelumnya. Efek turun hujan tadi malam. Sambil menyantap sarapan nasi kebuli, aku ingin melanjutkan ceritaku di tulisan sebelumnya.  Di akhir cerita sebelumnya, aku menceritakan lika-liku ku saat mengerjakan thesis. Rasanya memang berat sekali. Kadang-kadang aku berpikir, "apakah aku ini bisa?". Setelah kejadian itu, aku merasa bimbang antara harus melanjutkan topikku ini atau menggantinya dengan konsekuensi dosen pembimbing yang akan berubah. Akhirnya aku putuskan untuk berkonsultasi dosen pembimbingku setelah mata kuliah Worshop Usulan Penelitian (WUP) selesai. Aku bercerita bahwa selama mata kuliah WUP, ada beberapa kali perubahan ide penelitian yang terjadi (dengan topik yang sama). Akhirnya dosen pembimbingku menyarakan agar aku memantapkan hati dengan apa yang sudah aku pilih. Artinya, aku harus yakin dengan pilihanku dan si...

Catatan Pejuang Thesis

Halo, kembali lagi setelah sekian lama tidak bersua. Malam ini aku ingin bercerita tentang perjalananku menulis thesis. Oh ya, sebagai informasi, saat ini aku sedang menempuh pendidikan S2 di jurusan Magister Sains Manajemen Universitas Gadjah Mada.Tepatnya semester empat. Menulis thesis adalah kegiatanku sehari-hari saat ini.   Mengerjakan thesis bagiku bukanlah sesuatu yang mudah. Banyak tantangannya. Kalau bisa dibilang, ini yang paling susah di antara seluruh proses belajar di program studi ini. Ada yang bilang kalau thesis yang baik itu adalah yang selesai. Memang betul seperti itu. Maka dari itu, bagi beberapa orang, mereka memilih topik penelitian yang paling "mudah" menurut mereka untuk diteliti. Idealnya memang seperti itu. Pada hakikatnya, hal yang tidak boleh terlupakan saat kita menempuh studi adalah untuk menyelesaikannya. Saat sudah selesai, maka akan terbuka kesempatan-kesempatan yang lain. Tentunya perlu ketekunan dan kerja keras untuk menyelesaikannya.  D...

You’ve to Begin

Malas adalah musuh terbesar bagi seluruh umat manusia. Tak heran banyak orang gagal karenanya. Malas bisa datang kapan saja, dimana saja. Awalnya mengikuti rasa malas membuat kita sangat nyaman. Tetapi hal itu hanya akan terasa saat itu saja. Pada akhirnya kita akan menyesal karena mengikuti malas tersebut. Satu-satunya cara untuk menghilangkan malas adalah melawan rasa malas tersebut. Melawan rasa malas pada awalnya memang terasa sulit. Tapi jika kita sudah memulainya, rasa malas itu lama-lama akan hilang dan berganti dengan semangat baru. Semangat baru akan memacu kita untuk terus beraktivitas hingga tak ingin kehilangan sedikit waktupun yang terbuang. What you need just “Begin”. Kalau gak mulai, kapan selesainya? Yuk paksa diri ini untuk melawan rasa malas!

1000 orang teman itu kurang, 1 orang musuh itu terlalu banyak

Teman adalah orang yang kita kenal dan berpengaruh dalam hidup kita. tidak ada satu orangpun yang tidak memiliki teman di dunia ini. saya yakin semua orang pasti memiliki teman. bahkan, lahirnya seseorang pasti berawal dari sebuah pertemanan. coba tanyakan kepada orang tua anda, apakah sebelum menikah dan menjadi sepasang suami istri mereka berteman? saya yakin jawabannya adalah ya. faktor utama penyeban pertemanan adalah lingkungan. disaat seseorang hidup dalam suatu lingkungan, maka orang-orang disekitar lingkungan tersebutlah yang akan menjadi temannya. lingkungan itu dapat berupa sekolah, kota, desa, kantor, dan sebagainya. semakin banyak lingkungan yang mempengaruhi, semakin banyak juga kemungkinan teman yang dimiliki. Namun, permusuhan juga berawal dari pertemanan. Hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan pendapat atau kekecewaan yang terjadi antara seseorang yang berteman. maka dari itu, menjaga sebuah pertemanan merupakan sebuah keharusan bagi setiap manusia...

Cerita Saya: Awal menulis di Tumblr

Perkenalkan, nama saya Fadhillah Tsani. Lahir d Magelang, 20 September 1998. Sekarang nih aku lagi sekolah d SMP plus Pesantren Amanah Muhammadiyah Tasikmalaya. Nah…nah… Aku mau crita nih tentang kehidupanku di sekolahku ini. Capcuss mas broo.. Kadang sedih, kadang senang. itu kehidupan saya sehari2. Aku merasa sedinh karena kangen rumah dan teman-teman. Dan aku merasa senang apabila aku lagi rame2an sama temen2. Banyak peraturan2 di sekolahku yang haus ditaati (namanya juga peraturan). Selain itu, aku juga aktif di organisasi. #wejehh.. Di sekolahku gak ada yang namanya OSIS. Tapi yang ada adalah IPM ( Ikatan Pelajar Muhammadiyah) . Aku menjadi Bendahara I Pimpinan Ranting IPM SMP Amanah. Ternyata, yang namanya jadi Ipmawati (sebutan anak ipm buat putri) tuh ribet plus mbingungi. Tapi aku jalanin aja dengan enjoy. hahaha.. :D Jadi IPM tuh Rame banget. TApi terkadang suka nyelekit kalo aku mau rapat malem2 terus temen2 bilang gini “Sok sibuk kamu san!” “Rapat lagi.. ...

After Rain

Tasikmalaya, 260316. Suasana asrama putri Pesantren Amanah Muhammadiyah setelah hujan. Kalau orang Sunda bilangnya itu “root” (ro ot) yang artinya sudah reda. Kalau dalam bahasa Inggris root itu akar. Btw, gak kerasa udah 6 tahun aku sekolah di sini. Jadi inget 6 tahun yg lalu aku pernah nangis saat upacara karena belum betah tinggal di pesantren ini. Maklum, waktu itu aku masih umur 12 dan harus pergi dari Magelang ke Tasikmalaya untuk menuntut ilmu. Karena aku nangis di depan banyak orang, akhirnya aku jadi pusat perhatian orang saat itu. Dan ada salah satu ustad yang menghibur ku waktu itu. Beliau bilang, kalau gak betah 1 minggu coba 2 minggu, kalau masih belum betah coba 1 bulan, masih belum btah lagi coba 2 bulan dan seterusnya sampai akhirnya coba 6 tahun setelah itu boleh keluar. Selesai kan? Time goes so fast, and finally I’ve been doing it. Almost 6 years I’m here and still counting for 2 months later. I got many experiences and actually many friends. I’ll never...

Menu Makan Pagi yang Sempat Hilang

Sambil nunggu giliran try out UNBK saya isi waktu kosong ini buat ngisi tumblr yang udah lama banget gak diisi dan rasanya banyak jaring laba-laba yang harus saya bersihkan di tumblr saya ini. Makan pagi, atau sinonimnya adalah sarapan. Sarapan itu sangat penting, karena, energi yang kita butuhkan untuk melakukan aktivitas sehari-hari berawal dari sarapan. Kalau kita meninggalkan sarapan, badan kita akan mudah lelah dan tidak bersemangat. Saya biasa sarapan jam 6-6.30 pagi. Hal ini tidak pernah saya lewatkan karena jadwal makan pagi di asrama tempat saya tinggal adalah jam segitu. Berbicara tentang sarapan di asrama, menu sarapan di asrama itu terjadwal. Senin makan dengan itu Selasa makan dengan ini dan sebagainya. Nah, dan hari Rabu itu adalah jadwal makan dengan sambal goreng tempe atau santri di asrama saya sering bilang SGT (esgete). Menu makan ini adalah salah satu yang populer dikalangan santri-santri. Kenapa populer? Karena banyak santri yang bersugesti kalau ...