Catatan Pejuang Thesis Bagian 2
Selamat Pagi!
Saat aku menulis tulisan ini, waktu menunjukkan pukul 06.33. Pagi yang cerah dilengkapi dengan udara yang lebih segar dari hari-hari sebelumnya. Efek turun hujan tadi malam. Sambil menyantap sarapan nasi kebuli, aku ingin melanjutkan ceritaku di tulisan sebelumnya.
Di akhir cerita sebelumnya, aku menceritakan lika-liku ku saat mengerjakan thesis. Rasanya memang berat sekali. Kadang-kadang aku berpikir, "apakah aku ini bisa?". Setelah kejadian itu, aku merasa bimbang antara harus melanjutkan topikku ini atau menggantinya dengan konsekuensi dosen pembimbing yang akan berubah. Akhirnya aku putuskan untuk berkonsultasi dosen pembimbingku setelah mata kuliah Worshop Usulan Penelitian (WUP) selesai. Aku bercerita bahwa selama mata kuliah WUP, ada beberapa kali perubahan ide penelitian yang terjadi (dengan topik yang sama). Akhirnya dosen pembimbingku menyarakan agar aku memantapkan hati dengan apa yang sudah aku pilih. Artinya, aku harus yakin dengan pilihanku dan siap untuk menyelesaikan prosesnya. Jadi, aku harus belajar lagi!
Hari itu, aku merasa lega mendapat titik terang dari dosen pembimbingku. Waktu terus berlalu, tapi rasanya progresku belum terlihat banyak. Satu per satu dari temanku mulai melakukan ujian proposal. Bahkan hari ini sudah ada yang akan sidang thesis dari konsentrasi keuangan. Memang dalam hal ini, konsentrasi keuangan lebih cepat dari konsentrasi-konsentrasi lainnya. Walau begitu, aku tidak boleh menyerah. Fokusku saat ini adalah dengan pekerjaanku sendiri. Meski rintangan terus silih berganti, aku harus menyelesaikan thesisku.
Saat aku merasa kesulitan selama proses ini, aku sangat bersyukur memiliki pasangan (suami) yang sangat menyejukkan hati. Ada salah satu amalan yang ia sarankan ketika aku merasa lelah dengan apa yang sedang aku kerjakan hari ini. Amalan tersebut adalah membaca dua ayat terakhir Q.S. Al-Baqarah yang artinya:
Ayat 285: - Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorangpun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali" -
Ayat 286: - Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.” -
Sekian cerita perjalanan menulis thesisku sampai hari ini. Masih belum selesai, tapi doakan aku ya semoga segera selesai!
Sleman, 5 November 2024
Dari tempat tinggal pertamaku (lantai 2 TK)
Salam Semangat,
Fatsa
Komentar
Posting Komentar